Al-Waqidi dan Sekantong Dirham
Jumat, 21 Juni 2013
0
komentar
Al-Qadhi iyadh rahimahullah dalam kitab beliau Tartibul Madarik menyebutkan; "Aku memiliki dua orang sahabat, salah satunya adalah dari Bani hasyim. Suatu saat aku ditimpa kesempitan. Lalu istriku berkata, "Sungguh kita bisa bersabar atas kesulitan ini. Namun anak anak kita, hatiku terluka melihat keadaan mereka. Apakah kita bisa melakukan sesuatu bagi mereka?"
Aku pun menulis surat kepada sahabatku dari bani Hasyim. Aku minta tolong kepadanya tentang tentang keadaanku. Kemudian ia mengirimkan sebuah kantong yang masih tersegel. Dia sebutkan di dalamnya ada 1000 Dirham. Belum sampai aku membukanya, ternyata aku menerima surat dari temanku yang lain. Dia juga mengalami kesulitan sama sepertiku. aku pun serahkan kantong itu dalam keadaan sama seperti saat aku menerimanya.
Kemudian aku pergi ke masjid untuk bermalam disana, karena malu terhadap istriku. Saat aku kembali, ternyata istriku menganggap baik apa yang aku lakukan.
Beberapa waktu kemudian,datanglah temanku dari Bani Hasyim membawa kantong tadi, dan masih dalam keadaan yang sama. Dia memintaku untuk jujur menceritakan apa yang terjadi. Akupun menyampaikan kepadanya. Lalu dia berkata, "Engkau mengadu kepadaku, sementara aku tidak mempunyai apa apa selain kantong yang aku berikan kepadamu. Lalu aku menulis surat kepada teman kita untuk meminta pertolongan. Lalu dia mengirimkan kantong ini dan masih ada segelku." Lalu kami membagi uang itu menjadi tiga bagian, setelah menyerahkan 100 dirham untuk istriku.
Sampailah berita ini kepada Al-Makmun. Dia lalu memanggilku. Setelah aku menyampaikan peristiwa kami kepadanya, dia memberiku 7000 dinar. Masing-masing dari kami bertiga 2000 dinar dan untuk istriku 1000 dinar.
Sumber: Majalah Qudwah
Sumber: Majalah Qudwah
Baca Selengkapnya ....