Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan

Biografi Abdullah bin Abbas radhiallahu 'anhuma : Sang Penerjemah Al-Quran

Posted by Unknown Rabu, 14 Agustus 2013 0 komentar
إِنَّ اللهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ
“Sesungguhnya Allah mengangkat derajat suatu kaum karena kitab ini (yakni Al-Quran) dan merendahkan kaum lainnya dengannya.” [H.R. Muslim dari shahabat Umar bin Al-Khaththab radhiallahu 'anhu


Baca Selengkapnya ....

Surat Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab Kepada Penduduk Qashim

Posted by Anonim Sabtu, 27 Juli 2013 0 komentar
Bismillahirrahmanirrahim

Aku mempersakasikan kepada Allah dan semua yang hadir di dekatku dari para malaikat, dan aku mempersaksikan pada kalian, bahwa aku menyakini apa yang diyakini oleh Al-Firqah An-Najjiyah yaitu Ahlus Sunnah Wa Al-Jama'ah, berupa keimanan kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya,rasul-rasul-Nya, (keimanan) kepada kebangkitan setelah kematian, dan keimanan kepada takdir, yang baiknya dan yang buruknya.

bersambung....

Baca Selengkapnya ....

Al-Waqidi dan Sekantong Dirham

Posted by Unknown Jumat, 21 Juni 2013 0 komentar
Al-Qadhi iyadh rahimahullah dalam kitab beliau Tartibul Madarik menyebutkan; "Aku memiliki dua orang sahabat, salah satunya adalah dari Bani hasyim. Suatu saat aku ditimpa kesempitan. Lalu istriku berkata, "Sungguh kita bisa bersabar atas kesulitan ini. Namun anak anak kita, hatiku terluka melihat keadaan mereka. Apakah kita bisa melakukan sesuatu bagi mereka?"

Aku pun menulis surat kepada sahabatku dari bani Hasyim. Aku minta tolong kepadanya tentang tentang keadaanku. Kemudian ia mengirimkan sebuah kantong yang masih tersegel. Dia sebutkan di dalamnya ada 1000 Dirham. Belum sampai aku membukanya, ternyata aku menerima surat dari temanku yang lain. Dia juga mengalami kesulitan sama sepertiku. aku pun serahkan kantong itu dalam keadaan sama seperti saat aku menerimanya.

Kemudian aku pergi ke masjid untuk bermalam disana, karena malu terhadap istriku. Saat aku kembali, ternyata istriku menganggap baik apa yang aku lakukan.

Beberapa waktu kemudian,datanglah temanku dari Bani Hasyim membawa kantong tadi, dan masih dalam keadaan yang sama. Dia memintaku untuk jujur menceritakan apa yang terjadi. Akupun menyampaikan kepadanya. Lalu dia berkata, "Engkau mengadu kepadaku, sementara aku tidak mempunyai apa apa selain kantong yang aku berikan kepadamu. Lalu aku menulis surat kepada teman kita untuk meminta pertolongan. Lalu dia mengirimkan kantong ini dan masih ada segelku." Lalu kami membagi uang itu menjadi tiga bagian, setelah menyerahkan 100 dirham untuk istriku.

Sampailah berita ini kepada Al-Makmun. Dia lalu memanggilku. Setelah aku menyampaikan peristiwa kami kepadanya, dia memberiku 7000 dinar. Masing-masing dari kami bertiga 2000 dinar dan untuk istriku 1000 dinar.

Sumber: Majalah Qudwah

Baca Selengkapnya ....
Copyright of MANARUS SUNNAH.